hutan mangrove memiliki banyak sekali potensi salah satunya adalah potensi kepiting bakau. Sulaiman salah satu warga didesa juru seberang yang aktivitas kesehariannya mencari kepiting bakau dihutan mangrove sekitaran Desa Juru Seberang. Hal ini sudah dilakukan oleh sulaiman semenjak dari sekolah dasar sampai sekarang. saya semenjak kelas 4 sd sudah mencari kepiting bakau dengan menggunakan pengait ini. (pengait merupakan sebuah alat tradisional yang digunakan untuk mencari kepiting) begitu kata sulaiman ketika diwawancara oleh media portal Belitung. Tingginya permintaan pasar baik itu lokal maupun ekspor membuat kepiting bakau sangat sulit untuk dicari sekarang mengingat selama ini sulaiman dan para pencari kepiting bakau yang lain baru sebatas menangkap dari alam . Berangkat dari keterbatasan itu sulaiman bersama dengan teman-teman yang sesama pencari kepiting bakau membangun sebuah tambak sederhana untuk pembesaran kepiting diwilayah hutan kemasayarakatan seberang bersatu. hal ini dilakukan demi menjaga keberlangsungan aktivitas dan mata pencaharian mereka dari menangkap kepiting di alam menjadi budidaya kepiting dengan konsep silvofishery yangmana tambak tersebut dibangun disekitar hutan mangrove tanpa menebang pohon mangrove. Harapan sulaiman dan rekan-rekannya agar pemerintah ataupun pihak swasta dapat membangun balai benih kepiting yang nantinya bibit tersebut dibesarkan dikolam budidaya sekaligus menjaga kelestarian hutan mangrove. (PBred)
اترك تعليقاً
لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *