Sehubungan dengan akan dimulainya masa perkuliahan di salah satu kampus dipulau Belitung yaitu Politeknik Belitung melaksanakan kegiatan pengenalan dan sistem manajemen kampus bagi calon mahasiswa baru (camaba) pada hari kamis (27/08/2026) bertempat di Aula Kampus Piliteknik Belitung . Acara ini dipimpin langsung oleh Direktur Politeknik Belitung, Agi Santri, S.E., M.Par., yang melakukan pemaparan secara langsung mengenai sistem dan dinamika perguruan tinggi sebagai bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa baru agar siap menghadapi atmosfer dunia perkuliahan vokasi.
Dalam paparannya Agi Santri menekankan pentingnya kesiapan kurikulum pendidikan tinggi yang mampu merespons dinamika zaman melalui perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Menurutnya, pihak institusi memiliki tanggung jawab besar untuk menyelaraskan sistem pembelajaran dengan regulasi nasional serta tantangan global, khususnya di era Society 5.0. "Tugas kita menyiapkan kurikulum yang memang sesuai dengan tantangan zaman sebagaimana arahan dari permendiktinya.
Salah satu contoh sekarang kita ini memasuki era Society 5.0. Jadi mahasiswa yang lulus dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri ke depan, dengan kemajuan teknologi, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI), ibaratnya kita tidak mencari pekerjaan tapi kita melahirkan dan menciptakan pekerjaan itu sendiri sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri dimasa mendatang " ujar Agi Santri saat diwawancarai seusai acara.
Namun, di balik lompatan teknologi tersebut, ia memberikan catatan kritis mengenai degradasi moral yang rentan terjadi di kalangan akademisi muda. Bagi Agi, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar menguasai teknologi, melainkan menjaga integritas penggunanya. Ia menyoroti maraknya isu plagiarisme serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang kerap kali disalahgunakan dan mengabaikan kaidah akademis.
"Akan tetapi yang jadi tantangan utamanya adalah bagaimana kita membangun etika dan moralitas mahasiswa dalam penggunaan dan membangun teknologi itu sendiri. Etika dan moral merupakan ruh dari teknologi itu sendiri sehingga semakin maju teknologinya semakin tinggi pula etika dan moralitas mahasiswanya. Banyak sekarang kita melihat bagaimana sebuah teknologi tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan etika dan moralitas kayak plagiarisme, kesetaraan gender, privacy dan sebagainya jadi dalam hal ini jangan sampai terjadi penyalahgunaan dan pemanfaatan AI di kemudian hari yang nantinya akan menjadi persoalan hukum," tegasnya.
Salah satu Keunggulan Politeknik Belitung yaitu Vokasi dan Kualitas Dosen Pengajar, lanjut beliau mengenai keunggulan kompetitif yang membedakan Politeknik Belitung dengan universitas atau kampus umum lainnya, Agi secara lugas menjelaskan karakteristik dasar pendidikan vokasi. Sifat kurikulum yang aplikatif dan adaftif membuat mahasiswa tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama saat memasuki dunia kerja. "Kita kan namanya juga vokasi ya, vokasi itu kan memang bobot praktikumnya lebih tinggi. Jadi mereka itu tidak seperti lulusan umum lainnya, yang memang secara praktiknya sudah dibekali dari awal kalau di kampus vokasi itu. Jadi sudah tidak perlu adaptasi yang lama dalam dunia kerja dan ini menjadi salah satu keunggulan Politeknik Belitung," jelasnya.
Ia juga membanggakan kualitas tenaga pendidik di kampus yang dipimpinnya, Dosen-dosen Politeknik Belitung dinilai memiliki jam terbang mengajar yang tinggi dan kompetensi yang diakui secara luas, bahkan di luar lingkungan kampus sendiri sebagai dosen luar biasa dikampus lain, selain itu nantinya kita akan panggil para praktisi atau tenaga lapangan yang memiliki kompetensi dibidang tertentu untuk sama-sama mengajar dan berbagi pengalaman dikampus ini. misalnya para pegiat teknologi, pelaku wisata dan lain-lain. " Politeknik Belitung akan terus fokus mengembangkan kompetensi mahasiswanya melalui tiga program studi unggulan yang adaptif dan aplikatif terhadap kebutuhan wilayah koridor ekonomi Bangka Belitung, yaitu: D3 Manajemen Informatika, D3 Manajemen Administrasi, D4 (Sarjana Terapan) Usaha Perjalanan Wisata. Melalui pemaparan materi ini, diharapkan para calon mahasiswa baru Politeknik Belitung tidak hanya tumbuh menjadi individu yang mahir secara teknis dan praktis, akan tetapi juga memiliki dasar moralitas serta etika yang kokoh dalam membangun dan memanfaatkan teknologi di masa depan khususnya dalam pembangunan Belitung dan propinsi Bangka Belitung yang lebih baik dimasa mendatang.(jeman/pb)
Bir yorum bırakın
E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir